12 Juli, Tatap Muka Terbatas

  • Whatsapp

Tahun Ajaran Baru Semangat Baru 

PRABUMULIH – Tahun ajaran baru 2021, seluruh sekolah di Kota Prabumulih akan menerapkan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas. Penerapannya akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kondisi sekolah masing-masing.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Kusron SPd MSi saat menggelar rapat pertemuan bersama seluruh Kepala Sekolah SMP di aula Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, selasa (6/7/2021).

“Kalau kita tidak berani mulai maka keadaan ini akan terus-menerus seperti ini, karena itu kita harus berani memulai. Kesehatan dan keselamatan merupakan hal yang sangat penting, namun pendidikan untuk generasi negara ini juga tidak kalah pentingnya,” jelasnya dihadapan para Kepala Sekolah SMP se Kota Prabumulih. 

Lanjutnya pelaksanaan TMT dikondisikan oleh Sekolah masing masing, mulai dari persiapan rombongan belajar (Rombel), sarana sesuai protokol kesehatan dan kesediaan orang tua yang mengirimkan anaknya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas .

“Pihak sekolah yang tahu tentang pengaturan jumlah kelas, tatap muka terbatas maksimal 50 persen dari kelas normal. Dan memastikan penerapan protokol kesehatan,” jelasnya. 

Lebih jauh pria ini mengatakan agar pihak sekolah tetap mempersiapkan pembelajan secara multi,  atau penerapan branded learning.  “Karena ada siswa yang tidak bisa tatap muka, maka tetap menerapkan pembelajan secara daring. Selain itu karna tatap muka Hanya 2 jam, tidak akan cukup. Maka perlu ditambah dengan penerapan pembelajaran dari jarak jauh,” tukasnya. 

Sementara pantauan koran ini, sebagian besar para wali siswa sedang berharap untuk melaksanakan pembelajan secara tatap muka. Hal ini dibuktikan dengan respon  orang tua siswa yang mengumpulkan surat izin. “Di SMP Negeri 4 Prabumulih sudah mengumpulkan surat keterangan izin untuk tatap muka pada saat melaksanakan daftar ulang. Hampir 100 persen orang tua siswa sudah mengharapkan belajar tatap muka,” tandasnya.

Namun untuk orang tua yang berkeberatan anaknya sekolah tatap muka, maka silahkan daring. Absensi juga tidak menjadi pertimbangan penilaian, namun absensi siswa sangat penting sebagai data sekolah. 

“Tidak ada paksaan untuk orang tua, namun pihak sekolah akan menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas dengan mengedepankan protokol kesehatan yang harus disiapkan,” tandasnya.

Kalau memang sudah yakin untuk tatap muka, maka bisa melanjutkan seterusnya. Guru tetap melaksanakan tugas dari Sekolah.  Pihak sekolah harus terus kommunikasi tetap dilancarkan dengan pihak tenaga kesehatan atau perawat.  Apabila ada diantara warga sekolah yang terpapar, maka yang terpapar dan yanG pernah kontak langsung, harus isolasi mandiri minimal 14 hari. (05)

Pos terkait