ASN Harus Bangga Melayani Bangsa

  • Whatsapp

FAJARSUMSEL.CO, KAYU AGUNG – Tantangan pelayanan publik ke depan akan semakin kompleks. Seiring perkembangan zaman, dinamika, daya saing global ditambah lagi adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia akan membuat tantangan berkembang pesat. Tak bisa lagi pelayanan publik dikerjakan dengan cara biasa, harus mengikuti sesuai eranya. Belum lagi masuki era revolusi industri 4.0 yang yak lama berganti 5.0.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Prof Dr Diah Natalisa MBA saat mengisi seminar “Mendorong Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan Terhadap Pelayanan Publik” yang digagas Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Harian Pagi Sumatera Ekspres di Pendopoan Rumah Dinas Bupati OKI. Tema yang disampaikan kepada ASN di OKI mengenai Core Values and Employer Branding ASN untuk Mewujudkan Transformasi Pelayanan Publik.

Bacaan Lainnya

“Sesuai perkembangan teknologi, pelayanan pada Reformasi Birokrasi harus terus dimatangkan dengan pola digital, AI (artificial intelligence), big data dan lain-lain. Dengan berbagai tantanga tadi, maka pelayanan publik harus cepat beradaptasi dan harus bisa menyesuaikan,” ujarnya, kemarin. Sesuai program prioritas kerja Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, Kemenpan RB memegang dua dari lima diantaranya. Pertama pembangunan SDM.

Menurutnya, SDM harus seorang yang pekerja keras, dinamis, terampil dan menguasai Iptek. Kedua adalah penyederhanaan birokrasi. “Baik dalam kecepatan melayani dan memberi izin, menghapus pola pikir linier, monoton dan terjebak di zona nyaman. Dan harus adaptif, produktif, inovasi dan kompetitif,” jelasnya.

Reformasi birokrasi untuk mewujudkan pelayanan prima, katanya, mengacu pada manajemen perubahan, kebijakan, akuntabilitas kinerja dan sistem pengawasan. Manajemen perubahan memastikan perubahan dikelola dengan baik, direncanakan dan dimonitor serta adanya evaluasi. Sedangkan manajemen kebijakan, perubahan yang diperlukan untuk memastikan pemenuhan good regulatory governance.

Akuntabilitas kinerja diperlukan untuk memastikan pemenuhan money follow program dan sistem pengawasan, perubahan yang diperlukan untuk memastikan pemenuhan kepatuhan terhadap peraturan. “Perubahan manajemen pelayanan publik berbasis TIK agar mampu memberikan pelayanan cepat, tepat, ramah, murah dan berkepastian hukum,” bebernya.

Dalam arahannya bagi ASN saat launching acara Core Values and Employer Branding ASN pada 27 Juli lalu, katanya, Presiden Jokowi menegaskan ASN harus memegang teguh nilai dasar yang sama, semboyan yang sama dan memiliki core values yang sama. Menurutnya, ASN harus memberikan pelayanan terbaik, memiliki jiwa untuk melayani dan membantu masyarakat. “Otoritas dan sumber daya yang diberikan harus digunakan secara akuntabel dengan loyalitas tinggi kepada pemerintah, bangsa dan negara serta menjaga kehidupan masyarakat harmonis,” bebernya.

Ia juga mengungkap pentingnya kolaborasi, tak boleh ada ego sektoral. “Kolaborasi lintas sektor dan lintas disiiplin sangat diperlukan,” tambahnya. Selain itu, dalam core values and employer branding ASN harus Berakhlak (berorientasi pelayanan akuntabel kompeten harmonis loyal adaptif dan kolaboratif). “ASN juga diharapkan memiliki rasa bangga untuk melayani bangsa,” jelasnya.

Masih katanya, transformasi ASN dalam mewujudkan transformasi pelayanan publik  harus mengimplementasikan standar dengan memberi kepastiam penyelenggaraannya seperti biaya, prosedur dan waktu. Mendorong partisipasi masyarakat dalam memberi masukam penyelenggaraan pelayanan publik. “Inovasi pelayanan publik bisa muncul dari masalah yang ada,” katanya.

Kemudian membangun budaya inovasi pelayanan publik, integrasi penyelemggaraannya dan harus dilaksanakan dengan basis elektronik. Hal lain yang disampaikannya saat seminar itu, mengenai standar pelayanan publik. Katanya, ada 14 unsur yang harus dimiliki. Dari jumlah itu, enam yang wajib dikakukan. Pertama soal persyaratan, berikutnya sistem, mekanisme dan prosedur, kemudian jangka waktu pelayanan, biaya atau tarif, produk pelayanan dan penanganan pengaduan.

“Kita punya SP4N (sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik) Lapor yang dikelola Kemenpan RB, Kemendagri, Komifo Kantor Staf Presiden dan Ombudsman agar ada peningkatan kualitas pelayanan publik. Data per September lalu, laporan yang masuk sebanyak 126.314 dengan jumlah pelapor 1.145.944 untuk 46.041 pengelola,” bebernya. Tahun ini, target kinerja dari 454.790 pengaduan bisa selesai 70 persen. Tahun depan, 909.580 pengaduan bisa terselesaikan 80 persen, 2023 dengan 1,3 juta pengaduan bisa selesai 85 persen dan 2024 1,8 juta pengaduan  bisa 90 persen diselesaikan.

Bupati OKI, Iskandar SE dalam sambutannya mengungkapkan, ditengah gencarnya pelayanan publik yang prima kepada masyarakat, workshop yang diprakarsai Sumatera Ekspres dan OPD Pemkab OKI sangat dibutuhkan bagi para ASN. “Saya sangat support dan memberikan applaus kegiatan yang diprakarsai Sumatera Ekspres dan para OPD kita. Termasuk hadirnya Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Prof Dr Diah Natalisa MBA,” ujarnya.

Menurutnya, workshop ini penting dikakukan untuk memotivasi para ASN dan meningkatkan kinerja mereka. “Sehingga ada harapan dan keinginan untuk memgabdi kepada bangsa dan negara, juga dalam menyejahterakan masyarakat khususnya di OKI. ASN adalah abdi negara yang menjadi tulang punggung dalam menciptakan cita-cita pendiri Republik Indonesia dalam menyejahterakan rakyat,” ungkapnya.

Katanya, Pemkab OKI melalui berbagai dinas dan instansi juga telah melakukam berbagai inovasi dalam pelayanan publik. Seperti penyediaan mobil keliling untuk pelayanan publik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kemudiam pada Dinas Kesehatan dan lainnya. “Kita jemput bola, mendata ibu hamil, bagaimana kesehatan kandungannya, termasuk anak. Kita mencari masalah yang terjadi pada ibu hamil,” bebernya.

Katanya, Pemkab OKI sudaj on the track dalam menjalanakan reformasi birokrasi. Bahkan, pihaknya telah menilai kinerja aparaturnya melalui sistem merit. “Nah yang apu dan memiliki kinerja terbaik akam mendapat rewars dan promosi jabatan,” katanya.(rei/)

Pos terkait