Asset Pemkot Bakal Dilelang Online

  • Whatsapp
Wawako, H Andriansyah Fikri SH membuka kegiatan sosialisasi lelang online dilakukan KPKNL di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung Pemkot, Selasa. Foto : Rian/Prabupos

Bacaan Lainnya

PRABUMULIH – Asset Pemerintah kota (Pemkot), kini tak bisa lagi dilakukan lelang secara manual. Hal itu terungkap ketika Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelamg (KPKNL) ketika melakukan sosialisasi lelang online di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung Pemkot, Selasa (8/6/2021).

Kasi Pelelangan KPKNL, Erwin Cahyono ketika memberikan sosialisasi lelang online mengatakan, salah satunya PP No 27/2014. Lalu, PMK No 90/PMK.06/2016 tentang lelang secara online atau memakai internet.

“Pelelangan online ini dilakukan secara transparan dan akuntabel. Apalagi, ini merupakan pemanfaatan asset pemerintah dilelang dan hasilnya masuk ke kas daerah,” jelasnya.

Dengan sosialisasi lelang online ini, ke depan kata dia, proses pelelangan asset Pemkot jelas melibatkan KPKNL. “Sosialisasi ini, sebagai pembekalan kepada Pemkot dan OPD dalam melakukan pelelangan asset Pemkot ke depannya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pelelangan online bisa menaikan harga barang yang dilelang. Karena, penawaran tertinggi lah yang menang. “Beberapa waktu lalu, KPKNL pernah melelang mobil Ferari sitaan Kejari. Dibuka harga penawaran sekitar Rp 6 miliaran dan laku terjual dengan penawar tertinggi Rp 9 miliaran,” bebernya.

Terpisah, Wakil Walikota (Wawako), H Andriansyah Fikri SH dikonfirmasi menjelaskan, menyambut baik sosialisasi lelang digelar KPKNL ini.

“Kita berterima kasih dengan KPKNL melakukan sosialisasi kepada Pemkot, artinya lelang sekarang ini tidak bisa lagi secara manual. Tetapi, wajib online apalagi asset Pemkot,” jelas Fikri.

Lewat lelang online, akunya tidak bisa lagi ada permainan antara peserta lelang dan penyelenggara lelang. “Karena, dilakukan secara online dan melibatkan KPKNL,” ucapnya.

Apalagi, beber suami Hj Reni Indahyani SKM MSi ini dengan adanya lelang online asset Pemkot, masih punya nilai. “Hasil lelang juga, masuk ke kas daerah. Bisa menambah pendapatan daerah,” pungkasnya. (03)

Pos terkait