Budidaya 15 Ribu Ikan Jelawat di Kolam Retensi Tugu Kecil

  • Whatsapp

TEBAR : Wako, Ir H Ridho Yahya MM menebar benih ikan sebanyak 15 ribu di Kolam Retensi Tugu Kecil, Rabu. Foto : Rian/Prabupos

Bacaan Lainnya

PRABUMULIH – Kolam Retensi di Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur diisi ikan jelawat bantuan Balai Perikatan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam (BPBAT – SG) Jambi.

Penebaran benih ikan tersebut dilakukan Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM bersama Perwakilan BPBAT – SG Jambi dan Plt Kepala Dinas Perikanan (Diskan), Titing SP di Kolam Retensi berada di RW 01 Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu (22/6/2022).

Wako, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan, ke depan di sekitar Kolam Retensi ini wajib ditanami sayuran setelah diberikan bantuan bibit ikan jelawat. “Bentuk kelompok, dijaga dan dipelihara. Baru diberikan bantuan sudah dipancing, ditangkul dan lainnya,” sebutnya.

Ke depan, harapan Ridho, adanya budidaya ikan jelawat ini bisa menambah penghasilan masyarakat. Pesannya, kalau sudah besar, buat kolam pemancingan. “Masuk dan mancing bayar Rp 20 ribu, ini jelas bisa menambah pemasukan warga. Bantuan ini hanya sekali, ke depan setelah panen jual beli bibit tebar benih lagi,” bebernya.

Ditambahkannya, ke depan ada lagi bantuan bibit ikan jelawat ini guna mengisi Kolam Retensi Karang Raja dan Karang Bindu. “Selain itu, kita usulkan menjadi ikan budidaya di Kolam Bioflok ke depan menggantikan ikan lele. Apalagi, ikan jelawat ini perkilonya Rp 65 ribu,” tukasnya.

Perwakilan BPBAT – SG Jambi, Wahyu Budi Wibowo STPi MM menjelaskan, di BPBAT – SG Jambi memang ada program bantuan benih bagi masyarakat, mendorong perikanan berkembang baik.

“Ikan jelawat, ikan lokal mulai langka. Memang dikembangkan BPBAT – SG Jambi, sehingg ke depan anak kita tidak hanya melihat gambar,” terang Wahyu, sapaan akrabnya.

Lanjutnya, konsumsi ikan jelawat ini tinggi, harga 65 ribu perkilo. Makanya, bantuan diberikan dijaga sebaiknya apalagi ikan bisa makan daunan dan tidak tergantung pakan pabrik.

“Kalau sudah besar, ikan jelawat ini bisa makan biji karet. Memang bantuan tidak seberapa, semoga bantuan diberikan manfaat besar bagi masyarakat pembudidaya. Semoga ini bukan pertama, juga dan terakhir. Ke depan, kerja sama terjalin baik,” tambahnya.

Plt Kadiskan, Titing SP mengatakan, kalau mengajukan usulan bantuan bibit benih ikan kepada BPBAT – SG Jambi sebanyak 30 ribu benih ikan. Diperuntukkan, Kolam Retensi Tugu Kecil dan Karang Raja.

“Tetapi, proposal disetujui baru 15 ribu benih bagi Kolam Retensi Tugu Kecil saja. Mudah-mudahan ke depan, benih ikan bagi Kolam Retensi Karang Raja disetujui,” ujar Titing.

Harapannya, kata dia, ikan ini dipelihara sebaiknya dan pembudidayaannya hanya memakan waktu 6 bulan. “Jangan dipancing kalau sudah besar, buat larangan alangkah baiknya nantinya kalau sudah besar dipanen bersama,” bebernya.

Selain itu, akunya pemeliharaannya relatif mudah. Karena, ikan ini memakan tumbuhan dan daunan. “Ini merupakan ikan lokal, juga sebagai pelestarian ikan sudah mulai langka,” pungkasnya. (rin)

Pos terkait