Cetak Enterpreneur Muda, PDSI Bekali Pelatihan Service AC dan Bengkel Las

  • Whatsapp
BUKA : Kordinator IPM Rig PT PDSI, Roby Apriansyah membuka kegiatan Pelatihan Entrepreneurship Muda Service AC di SMKN 2, Jumat. Foto : Rian/FS.CO

PRABUMULIH – Alumni SMKN 2 belum bekerja sebanyak 40 orang berasal dari Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Mendapatkan pelatihan Enterpreneur Muda Service AC selama 2 hari mulai Jumat (25/6/2021) hingga Sabtu (26/6/2021).

Sebelumnya, juga PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) memberikan pelatihan pemuda bengkel las diikuti sebanyak 15 peserta di Rumah Makan (RM) Mahkota Resto pada Kamis (24/6/2021). Juga, guna mencetak enterpreneur muda mandiri ke depan bisa berwirausaha sendiri. Karena, masih di tengah pandemi pelatihan ini mengedepankan Protokol Kesehatan (Protkes).

Bacaan Lainnya

Asisten CSR PT PDSI, Indah Septiani menerangkan, tujuan PT PDSI melaksanakan pelatihan itu tidak lain mengali potensi guna membangun pribadi dan masa depan negeri.

“Kegiatan ini merupakan Corporate Social Responsility (CSR) PT PDSI, meski di tengah pandemi PT PDSI berupaya memberikan hal lebih. Kolaborasi kita bersama SMKN 2 merupakan implementasi CSR 2021,” ujar Indah, sapaan akrabnya.

Kata dia, sebelum Pandemi Covid-19, PT PDSI berencana melaksanakan program Pertamina Goes to School. Namun bisa diterealisasi, karena pandemi terjadi. “Karena, perusahaan lebih fokus menyalurkan CSR berupa bantuan penanganan dan penanggulangan Covid-19,” ceritanya.

Hingga kegiatannya tahun ini dilakukan pelatihan service AC dan bengkel las. “Pelatihanya, tetap kita kembalikan ke SMKN2. Agar siswa punya bekal keahlian dan bisa mandiri,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, modal peralatan service AC ini, tidak terlalu besar. Akunya, ke depannya pelatihan akan dimantapkan pengembangan usaha.

Kordinator IPM Rig PDSI, Roby Apriansyah

“Selain bisa mandiri dan mendorong kewirausahaan, jelas penghasilan dari Service AC lumayan. Dan, peluang masih terbuka lebar,” sebutnya.

Melalui kegiatan ini, akunya ke depannya sekolah bisa berpikir entrepreneur muda lewat siswa dimilikinya.

“Sekolah punya unit bisnis, bisa buka lapangan pekerjaan. Kita akan keluarkan sertifikat sebagai packalaring, nantinya bermanfaat bagi alumni jika hendak melamar kerja ke perusahaan baik Pertamina khsusunya PDSI maupun perusahaan-perusahaan yang lain. Ini merupakan Corporate Share Value (CSV) diberikan perusahaan,” terangnya.

Kordinator IPM Rig PT PDSI, Roby Apriansyah menuturkan, pelatihan ini merupakan bentuk hadirnya PT PDSI dan juga berkesinambungan khususnya bersama SMKN 2.

Kata dia, tingkat pengangguran adanya pandemik ini sangat hebat, grafiknya sangat naik, tentunya harus ada perubahan kebijakan dan perubahan mindset dari para pemangku kebijakan dan peserta didik dalam mensiasati kondisi ini. Terlebih, para lulusan sekolah baik SMK/SMA/PT, itu jutaan jumlahnya sehingga sangat perlu diperhatikan, bila dikaitkan dengan kondisi ekonomi negeri dan sulitnya mencari pekerjaan.

“CSR PDSI sangat memahami kebutuhan akan kondisi masyarakat dibawah, salah satu cara mensiasati pengangguran ada, hanya merubah mindset para lulusan menjadi seorang entrepreneur muda tangguh dan siap pakai, sehingga angka pengangguran dapat berkurang, dan kejahatan di kalangan remajapun dapat menurun. Pelatihan kewirausahaan muda ini, diharapkan menjadi salah satu solusi ditengah-tengah mirisnya isu kemiskinan dan pengangguran karena dampak pandemic tak kunjung reda,” ujarnya disela-sela membuka acara pelatihan.

Asisten Manager CSR PT PDSI Pusat, Toto Budiarjo menyatakan, Program CSR ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian dari PT PDSI, tetap konsisten memerangi kemiskinan, dan dilakukan secara sustainable setiap tahun. Penerapan pola pendampingan SDGs pada CSR PDSI ini, diharapkan mampu memberikan satu kontribusi nyata masyarakat secara berkelanjutan tepat sasaran dan tepat guna. “Sehingga kami dapat memonitor perkembangannya setiap tahapannya. Adapun CSR dalam bentuk  pelatihan service AC dan bengkel las ini, adalah program sangat potensi dikembangkan, dimana modal ringan tetapi hasil memuaskan,” pungkasnya saat dimintai keterangan.

Pembina Pengawas SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Drs H Cik Jayadi, MPd mengatakan, peran serta pihak ketiga sangat butuhkan, sangat sedikit perusahaan peduli terhadap masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih dan apresiasi tinggi kepada pihak PT PDSI, sudi memikirkan kami khususnya anak-anak didik kami, sangat haus sentuhan informasi dan teknologi. Pelatihan ini sangatlah bermanfaat kami, tentunya ini merupakan obat dari salah satu masalah sedang melanda. Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih,” bebernya bersama Koordinator pengawas SMK, Drs Azhar Sukri.

Senada disampaikan juga Kepala SMKN 2, H Salijon SPd MPd menyatakan, menyambut bahagia, dan sangat berterima kasih PT PDSI sudah berkenan membantu memberikan solusi masalah ada, kondisi pandemik membuat sekolah menjadi lebih terpuruk, baik dari sisi belajar dan mengajar terlebih dari kondisi siswa lulusan tidak jelas arah kedepannya. Kegiatan sangat bermanfaat, karena potensi pemilik AC diprabumulih ini sangat banyak, sehingga dapat dijadikan market usaha para peserta pelatihan dapat diaplikasikan langsung,” demikian tuturnya pada saat sambutan  pelatihan Enterpreneurship Muda Service Ac.

Pada pelatihan Enterpreneurship Muda Service Ac dan Bengkel las diikuti oleh 40 orang peserta lulusan SMK 2021, dan Pelatihan Peningkatan dan Penguatan Kewirausahaan Bengkel Las 15 orang peserta. Kegiatan tersebut tetap mengedepan Protkes menerapkan 3 M (Menjaga jarak, memakai Masker dan Mencuci Tangan). Pada Pelatihan Tersebut selain materi normative utama service ac dan bengkel las, diberikan juga materi motivasi kerja untuk siswa lulusan, digital e-comerce, dan penguatan usaha oleh para pakar dibidangnya. (rin/ril)

Pos terkait