Cokok Duo Pengedar Narkoba, Sita 36 Paket Sabu 4 Butir Ekstasi

  • Whatsapp
Dua tersangka narkoba, Haryawan alias Iwan dan Juanda berhasil diamankan Tim Silent Wolf Unit II Satres Narkoba, Rabu. Foto : Ist/Prabupos

Bacaan Lainnya

PRABUMULIH – Lagi, Tim Silent Wolf Unit II Satres Narkoba berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Polres Prabumulih.

Tidak tanggung-tanggung, dua tersangkanya berhasil ditangkap Selasa (4/8/2021), yaitu Haryawan alias Iwan dan Juanda. Dari tangan keduanya, petugas berhasil mengamankan 36 paket sabu dan butir ekstasi.

Informasi di himpun awak media, tersangka Haryawan alias Iwan ditangkap lebih dahulu sekitar pukul 17.00 WIB Jalan Lintas Prabumulih Baturaja Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan.

Ketika ditangkap tersangka tengah menumpang travel tujuan Baturaja, dicegat petugas dan dilakukan pengeledahan. Dari tangannya, di sita 28 paket klip bening narkotika jenis sabu seberat bruto 10.35 gram dan 1 buah bompet emas merk cemerlang.

Lalu, tersangka Juanda ditangkap sekitar 19.30 WIB di Jalan Sampoerna di Bedeng Rizal RT 06/ RW 05 Kelurahan Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih. Setelah melakukan pengerbekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan pengeledahan. Dari tangan tersangka berhasil mengamankan, 8 paket klip bening narkotika jenis Sabu seberat bruto 7.50 gram. Lalu, 4 butir kapsul exstasy berat bruto 2.29 gram.1 buah timbangan digital warna hitam. 1 bal plastik, 1 buah kotak rokok Djie Sam Soe. Dan, 1 buah HP merk nokia warna hitam.

Usai pengerbekan, kedua tersangka bersama barang bukti. Dibawah ke Mapolres, untuk penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kasat Narkoba, AKP Yulia Farida SH bersama KBO, Ipda Rudi Hartono dan Katim Silent Woft Unit II, Bripka Ariel Sky membenarkan hal itu. “Iya betul, Selasa malam Tim Silent Wolf Unit II berhasil mengamankan 2 pengedar narkoba, dan 36 paket sabu dan 4 ekstasi. Sudah kita amankan dan sita,” jelasnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 Undang-Undang (UU) No 35/2009 tentang narkotika dan psikotropika. “Ancaman minimal 5 tahun penjara, kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba terus kita kembangkan dan selidiki lebih jauh,” pungkasnya. (03)

Pos terkait