Indonesia Kontra Singapura, Timnas Harus Fokus!

  • Whatsapp
@pssi
@pssi

SINGAPURA – Timnas Indonesia masih menjaga peluang mengakhiri kutukan juara di Piala AFF. Syarat yang pertama, Evan Dimas dkk harus menghancurkan tuan rumah penyelenggara Piala AFF 2020, Singapura di fase semifinal. Pertarungan melawan Singapura akan berlangsung dua kali.

Leg pertama berlangsung malam ini pukul 19.30 WIB (Live RCTI) di National Stadium Singapura.

Leg kedua dilaksanakan pada 25 Desember nanti. Meski digelar dua kali, ajang ini tidak menerapkan perhitungan gol away karena kedua pertandingan dilaksanakan di Singapura.

Artinya, biar aman melangkah ke final ya Pasukan Garuda harus sikat habis poin di dua pertandingan tersebut. Sekaligus menjadi modal berharga menatap partai final. Sebab, sudah terlalu lama Indonesia tidak juara di ajang yang digelar sejak 1996.

Bagi Indonesia, ini adalah semifinal ke delapan. Dari catatan itu, lima di antara mereka sukses menembus final.

Masing-masing pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Dari sekian perjalanan, Indonesia belum pernah juara sehingga Tim Merah Putih disematkan sebagai spesialis runner-up.

Jika melihat Singapura, Timnas Indonesia sudah sering ketemu. Total sebanyak 59 kali pertemuan di semua ajang. Rinciannya, Indonesia menang 30 kali, 11 kali imbang, dan 18 kaki tumbang.

Namun sepanjang Piala AFF, Pasukan Garuda pantas ketar-ketir karena Singapura lebih dominan. Sembilan kali ketemu,

Pasukan Garuda hanya tiga kali menang, dua kali imbang, dan empat kali tumbang.

Pertemuan sangat menyakitkan bagi Indonesia saat ketemu Singapura adalah pada Piala AFF 2004.

Saat itu, Indonesia harus saksikan pemain Singapura angkat trofi Piala AFF usai dua kali kalah 1-3 dan 1-2. Terakhir kali kedua tim ketemu, Indonesia kalah 0-1 pada Piala AFF 2018.

Karena itu, Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong ingatkan ke pemainnya untuk tetap fokus sepanjang pertandingan. Tidak boleh lengah sedetik pun. Ini karena Singapura adalah tim kuat.

Buktinya, mereka mampu melewati hadangan dari Filipina dan Myanmar. Apalagi mereka punya keuntungan sebagai tuan rumah.

“Pertandingan melawan Singapura akan lebih berat karena melawan tuan rumah. Pemain harus menjalankan rencana yang telah dibuat dan melakukan permainan dengan baik. Seperti saat penyisihan grup lalu. Ini karena Singapura tim bagus, satu persen pun kami gak boleh lengah. Saya telah melihat permainan mereka saat kalah 0-2 dari Thailand. Selebihnya saya lihat mereka dari video rekaman. Jadi kami tidak boleh lengah,” jelas Coach Shin Tae Yong.

Melawan Singapura, Indonesia mendapatkan suntikan tenaga baru. Egy Maulana Vikri sudah tiba di Singapura kemarin setelah menjalani perjalanan panjang dari Slovakia. Keberadaan dia akan menjadi opsi tambahan dalam menerapkan permainan menyerang Pasukan Garuda.

Namun, untuk melawan Singapura pada leg pertama nanti Pelatih Shin Tae Yong tidak akan memaksakan Egy turun.

Dia akan istirahat dulu untuk kembalikan kondisi sambil menunggu hasil usap PCR. Akan tetapi efek kehadiran pilar FK Senica tersebut dipercaya semakin menambah kepercayaan diri pemain.

“Egy baru tiba, dia harus istirahat dulu. Mungkin pada leg kedua kemungkinan dia mulai turun. Kita lihat nanti. Saat ini dia menunggu hasil usap PCR jika negatif langsung gabung tim untuk berlatih,” terang Coach Shin.

Namun demikian, gelandang timnas Witan Sulaeman siap untuk menjawab kepercayaan pelatih. Apalagi permainan timnas semakin hari semakin membaik.

“Kami (Timnas) terus meningkatkan performa dan kepercayaan diri di setiap laganya. Melawan Singapura, kami harus lebih kerjas keras lagi, lebih fokus, dengarkan instruksi pelatih dan kami siap tempur,” tukasnya.

Sementara itu, Timnas Singapura tidak bisa menurunkan bek kiri Shakir Hamzah dan sayap kiri Gabriel Quak karena cedera.

Namun Pelatih Singapura Tatsuma Yoshida telah siapkan senjata untuk menaklukkan Indonesia. Dia akan instruksikan anak asuhnya untuk memanfaatkan semua set piece yang dimiliki. Apakah itu tendangan bebas atau sepak pojok.

Langkah ini diambil karena Singapura memiliki lima pemain jangkung, di antaranya Amirul Adili, Safuwan Baharudin, Ikhsan Fandi, Ilham Fandi dan Amirul Adili. Mereka memiliki tinggi minimal 180 cm.

“Kekuatan Indonesia lebih baik, itu fakta. Kami tidak bisa berspekulasi. Mereka memang bermain sangat agresif, kami tidak bisa meremehkannya. Kami hanya coba yang terbaik sebagai tim. Kami akan mencoba menemukan solusi untuk set piece ini karena set piece sangat penting untuk pertandingan agar kami bisa bermain dengan baik,” ungkap Tatsuma.(kmd)

PERKIRAAN PEMAIN

Singapura (4-1-4-1): Hassan Sunny (g); Zulfahmi Arifin, Safuwan Baharudin, Irfan Fandi, Zulgarnaen Suzliman; Hariss Harun; Faris Ramli, Shahdan Sulaiman, Hani Syahin, Shawal Anuar; Ikhsan Fandi
Pelatih: Tatsuma Yoshida

Timnas Indonesia (4-1-4-1): Nadeo Argawinata (g); Asnawi Mangkualam, Elkan Baggott, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan; Rachmat Irianto; Irfan Jaya, Ricky Kambuaya, Evan Dimas, Witan Sulaeman; Ezra Walian
Pelatih: Shin Tae Yong

HEAD TO HEAD DI AFF
Piala AFF 1998 Indonesia v Singapura 2-1
Piala AFF 2004 Indonesia v Singapura 0-0
Piala AFF 2004 Indonesia v Singapura 1-3
Piala AFF 2004 Indonesia v Singapura 1-2
Piala AFF 2007 Indonesia v Singapura 2-2
Piala AFF 2008 Indonesia v Singapura 0-2
Piala AFF 2012 Indonesia v Singapura 1-0
Piala AFF 2016 Indonesia v Singapura 2-1
Piala AFF 2018 Indonesia v Singapura 0-1

  • Whatsapp

Pos terkait