Konsumsi Telur dan Risiko Penyakit Kronis

  • Whatsapp
ilustrasi: ist

JAKARTA – Bicara konsumsi telur, telur bebek dan teluar ayam adalah yang paling banyak dikonsumsi orang di seluruh dunia. 

Tidak hanya berbeda secara ukuran, telur bebek dan ayam memiliki ciri khasnya tersendiri. Telur bebek, oleh kebanyakan orang, disebut menawarkan rasa yang lebih creamy dari telur ayam. 

Secara nutrisi, konsumsi telur memang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan protein. Namun di sisi lain, konsumsi telur juga dikaitkan dengan masalah jantung pada manusia, terlebih jika terlalu banyak dikonsumsi. 

Ya, jika dimakan dalam jumlah yang tepat, konsumsi telur diklaim baik untuk mencegah potensi stroke, namun jika kebanyakan, konsumsi ini punya risikonya tersendiri. 

Tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol, konsumsi belebih telur dapat bertanggujawab atas peningkatan kadar gula dalam darah. 

Secara teori, sebagaimana dilaporkan Healthline, konsumsi yang murah meriah ini, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kronis di kemudian hari. 

Sudahkah Anda mengontrol konsumsi telur harian Anda? Jika belum, Anda mungkin ingin melakukannya mulai dari sekarang. (fin)

Pos terkait