Masjid An Nasir Sohe, Potensi Baru Wisata Religi Lubuk Linggau

  • Whatsapp
KOMPLEK : Komplek Masjid An Nasir Sohe di kunjungi awak media usai menghadiri Forum Silaturahmi Media Online se-Sumsel digelar SMSI, Rabu. Foto : Rian/FS.CO

LUBUK LINGGAU – Potensi wisata religi di Kota Lubuk Linggau, ternyata tidak hanya Masjid As Salam. Ada satu lagi masjid unik berada di Jalan Jalan Sriwijaya Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II berbentuk kubah segitiga seperti mengapung di atas air.

Belakangan diketahui sebagai Masjid An Nasir Sohe, masih ini berdiri di atas lahan sekitar 3 hektar milik pribadi Walikota (Wako) Drs H SN Prana Putra Sohe MM.

Bacaan Lainnya

Salah satu Duta Wisata Lubuk Linggau, Rahmad Dani menjelaskan, kalau masjid ini dibangun pada awal 2020 silam.

“Selesai pembangunanya dan diresmikan Wako H SN Prana Putra Sohe penggunaan pada 12 Februari 2021 silam,” ujar Rahmad kepada awak media ketika kunjungan ke Masjid An Nasir Sohe, Rabu (3/6/2021).

Sejak dibuka untuk umum dan gratis masuknya, kata dia, tidak hanya warga sekitar Lubuk Linggau, juga berdatangan warga luar Lubuk Linggau guna menyaksikan kemegahan dan kemewahan Masjid An Nasir Sohe ini. “Pak Gubernur Sumsel dan Pak Kapolda Sumsel juga pernah bertandang ke Masjid An Nasir Sohe,” terangnya.

Di Komplek tersebut, juga bakal dibangun STIE Prana Putra menambah megah bangunan masjid tersebut. “Kalau STIE Putra Prana, lagi proses pembangunan,” jelasnya.

Adanya Masjid An Nasir Sohe ini, juga mendukung program Ayo Ngelong dicanangkan Pemkot Lubuk Linggau puncaknya pada 2022.

Satu lagi, potensi wisata dimiliki Kota Lubuk Linggau, yaitu Air Terjun Temam di Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan I.

“Selalu ramai akhir pekan, namun karena Covid-19 dibatasi hanya 200 orang pengunjung saja,” ujar Duta Wisata Lubuk Linggau Lainnya, Nita Zalianti.

Air Terjun Temam, Mendukung Ayo Ngelong

Kata perempuan berjilbab ini, jika diperhatikan sesama memang mirip dengan Air Terjun Niagara di Amerika. “Betul kak, pesona alam Air Terjun Temam itu. Makanya, banyak orang datang dan berkunjung guna melihat langsung,” tukansya.

Karyawan Air Terjun Temam, buka full satu minggu mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. “Kalau hari biasa agak sepi, kalau akhir pekan selalu ramai. Tetapi, karena pandemi Covid-19 sedikit berkurang,” tukasnya.

Kata dia, adanya program Ayo Ngelong ini membuat lebih banyak lagi pengunjung menyambangi Air Terjun Temam ini. “Semakin ramai datang ke sini, jelas menambah pemasukan bagi masyarkat sini dan Pemkot Lubuk Linggau,” tambahnya.

Petugas tiket, Desi mengatakan, hari biasa maksimal tiket terjual 70-80 orang. “Kalau hari libur, pernah sampai 300 orang. Karena, Covid-19 dibatasi hanya 200 orang saja,” bebernya.

Sekarang kata dia, harga tiket untuk anak-anak Rp 5 ribu dan Rp 20 ribu dewasa. “Sudah termasuk, biaya parkir. Bukan hanya, warga sekitar Lubuk Linggau saja. Banyak juga warga Lahat, Palembang, Tebing Tinggi. Bahkan, Bengkulu juga dan pernah disambangi warga asing,” ujarnya.

Ayo Ngelong, Promosi Wisata Lubuk Linggau

MEWUJUDKAN Ayo Ngelong 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkot) Lubuk Linggau bersama masyarakat terus berbenah.

Mengandalkan sejumlah potensi dimiliki Kota Lubuk Linggau, antara lainya; masyarakat Lubuk Linggau sendiri, Bandara Silampari, punya hotel dan akomodasi yang memadai, tempat makan juga bagus, dan terakhir potensi wisata banyak dimiliki Bumi Silampari ini.

Walikota (Wako) Lubuk Linggau, Dra H SN Prana Putra Sohe MM mengatakan, harusnya program Ayo Ngelong puncaknya tahun ini. Namun, karena pandemi Covid-19 akhirnya mundur pada 2022.

“Ayo Ngelong ke Lubuk Linggau, arti Ngelong bahasa Linggau ayo bertandang ke Lubuk Linggau,” ujar Nanan, sapaan akrabnya kepada awak media, Rabu ketika menghadiri Forum Silaturahmi Media Online se-Sumsel digelar SMSI di Smart Hotel.

Kata orang nomor satu di Lubuk Linggau ini, lewat Ayo Ngelong ini bisa menghidupkan potensi wisata dan ekonomi masyarakat di Lubuk Linggau. “Tidak hanya orang sekitar Linggau bertandang, tetapi juga warga luar Linggau datang. Sehingga, puncak Ayo Ngelong 2022 bisa terwujud,” terang suami Hj Yetti Oktarina SE.

Sebut Nanan, Lubuk Linggau tidak punya Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah seperti kabupaten/kota di Sumsel. Makanya, kata dia mengandalkan potensi yang ada lewat program Ayo Ngelong ini bisa meningkatkan dan pesatnya pembangunan di Lubuk Linggau.

“Banyak masyarakat berkunjung ke Linggau, jelas lebih menghidupkan ekonomi masyarakat. Juga, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Linggau,” terang ayah tiga anak ini.

Ingat Mantan Pensiunan PNS ini, Bandara Silampari juga menjadi salah satu andalannya untuk mendukung program Ayo Ngelong ini. Selain juga, kebersamaan membangun digelorkan membangun Lubuk Linggau agar lebih maju lagi.

“Tanpa kebersamaan kita tidak membangun. Wisata kuliner, seperti; Gubuk Makan Mang Engking, RM Elok dan lainnya. Wisata yaitu; Air Terjun Temam, Taman Kurma Masjid As Salam, Taman Warna Warni, dan lainnya. Hal itu harapan kita bisa menjadi magnet warga datang ke Linggau,” pungkas Politisi Golkar ini. (rin)

Pos terkait