PTM Digelar, SMA Kurnia Jaya Terapkan Prokes Ketat

  • Whatsapp
Suasana PTM yang dilaksanakan di SMA Kurnia Jaya dengan menerapkan Prokes ketat. Foto: istimewa

Muhsin: Hindari Kejenuhan dan Pengaruh Kurang Baik pada Siswa

BATURAJA– Seiring dengan diperbolehkannya melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada sejumlah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel), membuat sejumlah sekolah di Kabuaten OKU langsung mengimplementasikannya dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Bacaan Lainnya

Seperti di SMA Jurnia Jaya. Sekolah yang digawangi Muhsin, S.Ag ini mulai melaksanakan PTM dengan prokes ketat. Langkah yang dilakukannya ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Sumsel yang diterima kepala sekolah, terkait pelaksanaan PTM.

“Sekolah tentunya menyambut baik dengan pemberlakuan PTM ini. sudah saatnya dilaksanakan,” ujar Muhsin, Senin (6/9/2021). Dirinya selaku kepala sekolah SMA Kurnia Jaya lanjut Muhsin, tentunya merespon baik keputusan Gubernur Sumsel, selanjutnya sekolah tinggal melaksanakannya sesuai dengan ketentuan pemberlajaran di masa pandemi, yakni tetap menerapkan prokes secara ketat.

“Pembelajaran tatap muka ini perlu segera dilaksanakan untuk menghindari kejenuhan siswa ataupun guru. Begitu juga kekhawatiran siswa tidak belajar, akan berpengaruh yang kurang baik bagi perkembangan siswa. Baik secara keilmuan maupun karakter,” jelas Muhsin.

Pola yang dilakukan yaitu dengan sistem ganjil genap nomor absennya. “Yang nomor ganjil masuk pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Sedangkan yang genap pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu,” terangnya. Pola ini memberi ruang yang sangat leluasa bagi siswa mapun guru, sebab, interaksi siswa dan guru tidak seperti masa sebelum pandemi Covid-19.

Artinya kata dia, dengan pola ganjil genap ini, ruang kelas tidak begitu padat, sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Sementara untuk Kelas XI, melaksanakan gladi bersih ANBK 2021 (assesmen Nasional berbasis komputer) yang dilakukan oleh 45 siswa perwakilan Kelas Xl yang terbagi menjadi tiga sesi. “Pola ini tidak mengurangi kualitas pembelajaran yang dilaksanakan sekolah. Kami pun sangat hati-hati melaksanakan PTM ini, terpenting adalah penerapan Prokes ketat,” pungkasnya. (asa/01)

Pos terkait