Rusak-Curi Kebun Karet dan Jati, Komisaris Utama Ditahan Usai Di-BAP

  • Whatsapp
pencurian
Kasubdit 3 Jatanras dan jajaran menunjukkan barang bukti pohon karet yang ditebang. Foto : edho/sumeks.co

PALEMBANG – Komisaris PT Bumi Sriwijaya Gandus, Abdullah Syahab (67) diamankan Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel usai diperiksa dan dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP).

Tersangka diamankan dan ditahan dalam kasus pengrusakan secara bersama-sama terhadap kebun karet dan pohon jati serta pencurian batang karet dan jati milik korban M Riyan Aditya Saputra, sebagai pelapornya Syaiful Anwar

Saat kejadian pada tanggal 8, 9 dan 10 Agustus 2020 dan pada tanggal 8, 9 dan 10 September 2020, di Jl Mekar Sari, Lr Komba Jaya, RT 29/05, Kelurahana Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Palembang

“Tersangka ikut menyuruh dan memerintahkan dan menjadi mandor dari DPO Nurisan alias Isan, Kms Zulfakar alias Pitung dan Baharuddin alias Ardy untuk merusak dan menggusur lahan kebun karet dan jati milik Syaiful Anwar,” kata Kasubdit 3 Jatanras Kompol Panjaitan, Jumat (12/11) sore.

Akibatnya, salah satu korban yang memiliki lahan seluas 8 hektar yang telah ditanami hancur dan pohon-pohon dijual oleh para tersangka.

“Tersangka diamankan saat hadir di hadapan penyidit, setelah di-BAP di ruang Unit 2 Subdit 3. Tersangka sebelumnya mangkir dan tidak hadir sebanyak dua kali setelah dipanggil tim penyidik,” terang Kompol Panjaitan didampingi Kanit 2 Kompol Bahktiar SH

Modusnya sendiri, lanjut Panjiatan yakni tersangka mengklaim memiliki lahan di Gandus seluas 150 hektar.

“Pasal yang dikenakan 170 KUHP tentang pengrusakan pada tanam tumbuh yakni pohon karet dan jati di lahan milik salah satu korban seluas 8 hektar. Ada juga satu rumah yang dirusak,” ujar Panjaitan.

Selain itu, juga dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian batang pohon karet dan jati.

“Di Unit 2 ada empat laporan korban yang saat ini tengah dilakukan pemeriksaan di Subdit 3 Jatanras yang berkaitan dengan pengrusakan. Sekali lagi ini bukan masalah tanah tetapi masalah pengrusakan,” tandas Panjaitan.

Polisi mengamankan barang bukti yang disita yakni sertifikat hak milik Nomor 12191 tanggal 8 Juli 2020 seluas 19.290 m2 dan sertifikat nomor 12192 tanggal 8 Juli 2020 seluas 18.730 m2, keduanya atas nama Syaiful Anwar.

Selain itu ikut diamankan dua surat pengakuan hak tanah, dua potong pohon karet yang sudah ditebang, dan satu unit alat berat eksavator yang digunakan untuk meratakan tanah.

Empat orang korban yakni Junaidi, Indra Mulyadi dan Tjik Umar yang sempat mendatangi Mapolda Sumsel, mengucapkan terima kasih kepda Subdit Jatanras yang sudah bisa mengungkap kasus tersebut.

“Lahan kita digusur menggunakan alat berat yang dikawal oleh beberapa orang yang kami sinyalir itu adalah preman. Kami awalnya melaporkan kasusnya ke Polrestabes Palembang,” terang Mulyadi.

Mulyadi dan korban lainnya mengucapkan terima kasih telah mengungkap, menangkap dan menahan tersangka. “Kami berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya. Kalau bicara aktor, mungkin tersangka ini adalah aktornya. Dan masih banyak lagi orang-orangnya di lapangan,” tutupnya.(dho)

Pos terkait