Saipul: Jadikan Pesantren Pusat Ilmu

  • Whatsapp
: Dosen tetap MPI UIN Raden Fatah Palembang Dr. Saipul Annur. M.Pd, memberi motivasi warga Ponpes Ahlul Quro Kabupaten Banyuasin, pada Haflatul Wada' Akhirus Sannah Rabu (26/5/2021). Foto: istimewa

Beri Motivasi di Ponpes Ahlul Quro

BANYUASIN – Tiga hal penting berkaitan dengan Pondok Pesantren (Ponpes). Pertama sebagai pusat ilmu, kedua tempat beramal dan ketiga sebagai sarana peningkatan ukhuwah islamiyah.

Demikian disampaikan Dr. Saipul Annur. M.Pd dosen tetap Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Raden Fatah Palembang, saat memberi motivasi warga Ponpes Ahlul Quro Kabupaten Banyuasin, pada acara Haflatul Wada’ Akhirus Sannah  Rabu (26/5/2021).

Saipul mengatakan, pesantren sebagai pusat ilmu ini adalah, dimana masyarakat dapat beĺajar. Baik itu ilmu agama, maupun ilmu umum. Nah,  belajar ilmu agama tentunya seperti  beĺajar membaca al-qur’an, menghapalnya dan mengamalkannya. Begitupun dengan ilmu umum sesuai dengan tuntutan kurikulum.

“Sementara yang kedua, pesanten sebagai tempat beramal. Artinya adalah dimana  masyarakat  dapat menanamkan investasi akhirat, yakni dengan cara memberikan bantuan berupa  amal, pemikiran dan tenaganya untuk kemajuan pesantren,” jelas pria yang saat menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister MPI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Fatah ini. 

Dan yang ketiga tambah dia, pesantren sebagai tempat menjalin silaturrahmi. Atau biasa disebut dalam Islam memperkuat uhuwah islamiyah. “Dimana masyarakat  dapat berkumpul  dalam bentuk kelompok-kelompok pengajian,  dan bersama-sama belajar agama dengan semangat persaudaraan,” imbuhnya.

Sementara, Basuni Rohimin salah satu Pembina Pendidikan Ahlul Quro mengatakan, pesantren ini berlokasi di Kabupaten  Banyuasin, tepatnya di Desa Rantau Harapan. Ponpes ini di bawah naungan Yayasan Pendidikan Ahlul Quro. Dimana, selaku ketua Yayasan  adalah Amredi.M.Pd.

“sekitar 21 kilometer jarak tempuh dari Pangkalan Balai menuju Ponpes ini,” sebutnya. Ia menjelaskan,  pesantren ini  menaungi  PAUD, MI dan MTS.  Dalam perkembangannya pesantren sudah  menjadi pilihan masyarakat sekitar, dan sudah banyak melahirkan alumni  penghapal Al-Qur’an.

“Anak-anak pesantren belajar dan tinggal  di  Asrama dan Pondok yang telah disediakan. Awal berdirinya pondok  pesantren  penuh dengan keprhatinan,” terangnya. Hanya saja, berkat kerja keras yayasan dan dukungan masyarakat  secara perlahan, pondok pesantren mulai bangkit dan berkembang dan diminati masyarakat.

“Insya Allah  tahun2-tahun berikutnya pondok pesantren ini akan dapat  menunjukkan  jati dirinya dan bersaing  secara sehat dengan pesantren  yang ada,” ujarnya seraya menambahkan ke depan, Ponpes ini akan membuka Madrasah Aliah guna memenuhi tuntutan masyarakat. Haflatul Wada’ Akhirus Sannah sendiri dihairi para pembina Yayasan  Basuni  Rohimin, Ketua Yayasan  Amredi  serta para kepala sekolah, dewan guru,  pengurus pesantren dan tokoh agama dan masyarakat sekitar.(rls/fs/pp)

Pos terkait