Siap Kuncurkan Rp 5 M, Bantu Kelompok Petani Budidiya Nanas

  • Whatsapp
SOSIALISASI : Direktur Pembiayaan dan Permodalan Ditjen PSP Kementan RI, Ir Indah Megawati MP melakukan sosialisasi KURTANI Nanas bersama Kop HKTI Tamara sumsel Raden muhamad edikari di Aula Kedai Uncle Syam, Rabu sore. Foto : Rian/FS.CO

//Lewat Kop HKTI Tamara Korda Prabumulih
//Tingkatkan Harga Buah Nanas Minimal Rp 5 Ribu
//Kemas Nanas Jadi Kaleng dan Komoditi Ekspor

PRABUMULIH – Membantu dan memberi solusi kelompok petani budidaya nanas di Bumi Seinggok Sepemuyian ini, Direktur Pembiayaan dan Permodalan Ditjen PSP Kementan RI, Ir Indah Megawati MP menyebutkan, akan menyalurkan KURTANI lewat Kop HKTI Tamara korda prabumulih.

Bacaan Lainnya

Hal itu ditegaskannya ketika melakukan sosialisasi KURTANI Nanas bersama Kop HKTI Tamara di Aula kedai uncle syam, Rabu sore (22/9/2021).

“Harapan kita, lewat KURTANI ini kelompok petani budidaya nanas bisa terbantu soal permodalan. Dari hasil dialog bersama petani membutuhkan biaya Rp 50 juta, guna pengembangan budidaya nanas di Prabumulih,” ujar Indah, sapaan akrabnya, Rabu.

Tidak hanya itu, kata dia, guna memberi semangat dan harapan masa depan petani nanas juga meningkatkan kesejahteraan petani lewat penyaluran KURTANI Nanas ini. Juga, berupaya membantu pemasaran harga nanas hingga harga minimal Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu. Sekaran ini, miris di
harga nanas anjlok sampai Rp.
1000 dan menjadikan nanas menjadi salah satu komoditi ekspor holtikultura.

“Selain itu, kita upayakan agar nanas tidak hanya dijual begitu saja. Tetapi, diolah dijadikan nanas kaleng, selai nanas, sirup nanas. Sehingga, bisa jadi komoditi ekspor ke depanya, dan nanti akan saya bawa ke kunjungan pameran ke Washington DC dalam cluster pertanian holtikultura,” tukasnya.

Penyaluran KURTANI bagi petani budidaya nanas, ia mengungkapkan bekerja sama bersama Kop HKTI Tamara Sumsel Korda Prabumulih, penyaluran KURTANI bagi petani budidaya nanas ini bermanfaat. “Khususnya, guna terus meningkatkan produksi nanas sebagai ikon Prabumulih,” bebernya.

Ketua Korda Kop HKTI Tamara, H Zainuddin mengatakan, lewat program ini petani dan peternak bisa mendapatkan hasil maksimal.

“Nanas ikon Prabumulih, jangan hanya bisa dimakan mentah saja. Tetapi, atau diolah menjadi kue saja. Kendala selama ini, menjual nanas kemana, sehingga masyarakat terbantu pemasarannya,” sebut Udin Sapi, sapaan akrabnya.

Harapan Anggota DPRD Fraksi Golkar ini, bisa dibantu lewat dana KUR atau lainnya. Selain itu, mendorong adanya pabrik nanas di kota ini.

“Limbah nanas, nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Jadi saling berhubungan, antara budidaya nanas dan peternakan sapi,” tukas Ketua DPC Partai Golkar Prabumulih Barat.

Ketua Dewan Pembina Kop HKTI Tamara, Syamdakir Amrullah Edy Hamid ST menerangkan, kalau dirinya berawal dari mengamati kondisi pertanian di Prabumulih salah satunya nanas sangat menyedihkan itu tanpa sepengetahuan petani berupaya mencarikan solusi bagaimana bisa berbuat sosial membantu jeritan petani salah satunya petani nanas di Prabumulih, bagaimana bisa berbuat membantu para petani budidaya nanas mulai dari awal , pembiayaan, teknologi sampai ke pemasaran bagus.

“Ini salah satu program Kop HKTI Tamara, agar bisa memaksimalkan ketahanan pangan di tengah pandemi. Mengembangkan ikon Prabumulih Nanas, bagaimana solusi nanas Prabumulih di pasarkan dan diolah sebaiknya,” ujar Uncle Syam.

Sebenarnya, kata dia, fokus utamanya bukan KURTANI. Tetapi, justru pengembangan budidaya nanas. Khususnya, pengolahan nanas juga pemasaran nanas. “Untuk penyalurkan KURTANI, kita akan melakukan pendataan kelompok tani nanas guna menerima penyaluran bantuan KURTANI, sebab petani harus mendapatkan pemasaran bagus dulu baru setelah itu pengembangan dicarikan KUR dan teknologi peningkatan dan percepatan hasil tanam,” jelas Syam.

Suami Wulan ,SE menuturkan, bukan tidak mungkin ke depannya bila pasaran bagus trus petani nanas kembali semangat sehingga buah melimpah di Prabumulih dapat punya pabrik pengolahan nanas. Khususnya, guna pengalengan nanas dll sampai ke ekspor. “Itu akan terus kita dorong, agar terwujud. Tahap awal ini, kita mengejar tingkatkan harganya minimal Rp 5 ribu pasaranya seperti dijelaskan Wakil Kop HKTI Tamara Pusat Purwanto, semua ini merupakan angin segar dan hapan besar buat petani nanas di Prabumulih bangkit,” terang Ketua DPD Partai Golkar ini.

Ayah tiga anak ini mengungkapkan, juga berharap kalau bisa ada sinergi bersama pemerintah setempat. “Guna penyaluran KURTANI Nanas ini, agar petani nanas terus bersemangat meningkatkan produksinya,” beber putra Kapten Inf Alm Edy Hamid. (rin)

Pos terkait