Wako : Lomba Jangan Sekedar Seremonial, Berdampak Positif Tingkat Perekonomian Masyarakat

LIHAT  : Wako Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM bersama Kepala DKP, Suranti SP melihat kreasi KWT dalam lomba kreasi pangan olahan, Rabu. Foto : Rian/FS.CO

//30 KWT Terlibat Lomba Olahan Pangan

Bacaan Lainnya

PRABUMULIH, FS.CO –  Adanya lomba kreasi pangan olahan berbahan baku tepung umbi-umbian digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Prabumulih, diapresiasi Walikota (Wako) Ir H Ridho Yahya, Rabu, 28 September 2022 usai membuka dan meninjau hasil kreasi dibuat sebanyak 30 KWT di Bumi Seinggok Sepemuyian ini.

Ridho berharap, lomba ini tidak hanya sebagai seremonial saja. Tetapi, harus memberikan dampak positif bagi KWT sehingga bisa menghasilkan olahan pangan sebaiknya.

“Nantinya bisa di pasarkan di Senkul Ikan di samping Disnaker, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat tergabung dalam KWT,” ujar suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini, Senin pagi.

Kata ayah tiga anak ini, hendaknya lomba digelar ini bahan bakunya tersedia di Kota Nanas ini. Seperti ikan lele, contohnya karena KWT membudidayakannya.

“Ke depan, harapan kita bisa digelar lomba kreasi pangan berbahan baku lele. Itu lebih bagus, juara satu lomba tersebut bisa memasarkannya di Senkul Ikan. Sudah kita sediakan tempatnya,” beber Politisi Golkar ini.

Pesan adik Wagub Sumsel ini, penilaian lomba jangan cara lama. Dan, harus sportif dewan juri melakukan penilaian. “Yang menang dan juara, yah juara. Jangan sebaliknya, agar hasilnya benar-benar bagus lomba ini dan berdampak positif bagi pesertanya,” wanti pria asal Ogan Ilir (OI) ini.

Berbagai kreasi olahan pangan berbahan baku tepung umbi-umbian tersaji dalam lomba tersebut, pantauan awak media Wako Prabumulih dan sejumlah undangan sempat mencicipi berbagai makanan kreasi para KWT ikut menyemarakkan lomba itu.

Sementara itu, Kepala DKP, Suranti SP menjelaskan, kalau lomba tersebut sengaja digelar guna meningkatkan kreativitas dan kreasi olahan pangan berbahan baku tepung umbi-umbian.

“Kegiatan ini diikuti 30 KWT di Prabumulih, menampilkan kreasi olahan pangan terbaiknya agar keluar sebagai juara,” ucap Suranti.

Sambung bahan baku olahan pangan ini, akunya memang tersedia di Prabumulih. Dan, ada tidak. Jelasnya, sesuai arahan Wako Prabumulih nantinya akan diproduksi KWT.

“Lewat lomba ini, kita dorong KWT kreatif juga berdampak positif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (rin)

Pos terkait